Rabu, 07 Juni 2023

Tahapan Aida

AIDA: Apa Itu, Contoh Penerapan, Kelebihan dan Kekurangannya Apa Itu Model AIDA?
Bagaimana Contoh Penerapan AIDA?
Kelebihan dan Kekurangan AIDA
Apakah kamu pernah mendengar marketing model AIDA? Dalam dunia marketing, AIDA adalah salah satu model dan funnel marketing klasik yang populer untuk digunakan.
Untuk mengetahui lebih dalam apa pengertian AIDA hingga contoh-contoh penerapannya, simak ulasan Glints berikut ini, ya!
Apa Itu Model AIDA?
AIDA adalah model marketing yang dapat mengidentifikasi tahapan kognitif yang dialami seseorang dalam proses pembelian untuk suatu produk dan layanan.
Model ini menjelaskan bagaimana pembeli melalui sebuah proses yang terdiri dari beberapa tahap sebelum akhirnya ia melakukan kegiatan pembelian.
Menurut The Balance Careers, seorang pelopor dalam dunia periklanan dan penjualan asal Amerika, Elias St Elmo Lewis, menciptakan ungkapan serta pendekatannya.
Di tahun 1899, Lewis berbicara tentang cara menarik perhatian pembaca saat memberikan informasi, hingga menggubah mereka menjadi pelanggan.
Di tahun 1909, hal tersebut berkembang dan menjadi menarik perhatian, membangkitkan minat, persuasif, dan meyakinkan.
Hal tersebut kurang lebih menyerupai model AIDA yang sekarang terkenal di seluruh dunia.
AIDA adalah akronim dari Awareness (Kesadaran/Daya Tarik), Interest (Minat), Desire (Keinginan), dan Action (Aksi).
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing huruf yang mewakili proses jual beli.
Baca Juga: Keunggulan Integrated Marketing Communication (IMC) Bagi Bisnis dan Penerapannya
1. Awareness
Tahapan AIDA yang pertama adalah menciptakan kesadaran atau daya tarik pada sebuah brand dan produk/jasa yang dijual.
Tahap ini menjelaskan pentingnya menarik perhatian konsumen yang dapat dilakukan dengan banyak cara seperti menempatkan iklan di lokasi yang memiliki kemungkinan untuk banyak dilihat orang.
Selain itu, bisa juga untuk menambahkan sesuatu yang provokatif untuk menarik perhatian. Pada tahap ini, personalisasi juga bisa membantu.
Untuk membuat konsumen tertarik maka perlu untuk menargetkan konsumen secara individual.
2. Interest
Setelah mendapatkan perhatian dari konsumen, tahapan kedua dari AIDA adalah untuk mempertahankannya.
Tahap ini cenderung lebih sulit jika dibandingkan tahap pertama, apalagi jika produk dan layanan dari perusahaan tidak mumpuni.
Menjaga minat konsumen adalah tantangan khusus dalam proses pemasaran.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk terus mempertahankan minat konsumen, salah satunya dengan memberikan sesuatu yang terus relevan dan menarik.
Jangan sampai konsumen bosan dengan iklan yang itu-itu saja atau bahkan semakin sulit untuk dimengerti.
Buatlah beragam iklan menarik untuk menginformasikan apa yang bisa didapatkan konsumen. Buatlah mereka menaruh minatnya terhadap brand serta produkmu.
Tahap ini penting untuk mendorong konsumen melakukan riset lebih lanjut terkait brand dan produk tersebut.
3. Desire
Desire adalah tahap ketiga dalam proses pembelian suatu produk atau barang yang dialami konsumen menurut model funnel AIDA.
Sekarang, ketika kita berasumsi bahwa konsumen sudah tertarik terhadap brand dan produk, maka saatnya untuk menciptakan hasrat dan hubungan yang lebih emosional.
Di sinilah pentingnya untuk lebih banyak menunjukkan keunggulan dari brand dan produk, serta untuk membuat ketertarikan konsumen menjadi perasaan untuk membutuhkan produk tersebut.
Mungkin sebelumnya, konsumen memiliki sejumlah keraguan dan pertanyaan akan produk.
Di sinilah sangat penting untuk meyakinkan kembali konsumen dan memberikan banyak alasan lain agar konsumen dapat merasa butuh untuk membeli produk tersebut.
Tidak lupa untuk membuat informasi tersebut dengan fakta-fakta menarik dari produk atau layananmu.
4. Action
Tahap yang terakhir dari AIDA adalah aksi, artinya di sinilah konsumen melakukan aksi pengambilan keputusan.
Pada tahap ini, ada banyak bentuk yang dapat dilakukan konsumen, seperti mengunjungi website, melakukan panggilan telepon, berlangganan newsletter, mengunjungi toko, dan lain-lain.
Tak ada jaminan bahwa setiap proses pemasaran akan selalu berakhir dengan penjualan.
Namun, penting untuk meyakinkan bahwa setiap konsumen yang sudah mencapai tahap “aksi” ini memiliki impresi dan pengalaman yang menyenangkan terhadap produk dan brand.

Sabtu, 14 Januari 2023

Apakah hati itu masih punya ku?

harihari berjalan seperti biasanya, tapi tidak hari ini. sesuatu terkuak. apa yg ditakutkan benar2 terjadi. pikiran yg menggelora ternyata tidak salah.
ingat rasanya beberapa hari kebelakang kita masih pergi bersama, mengajak anak kita jajan, beli baju, mainan dan juga makan-makan, apakah sedangkal itu?
harus pada siapa lagi harus mengadu? ketika hati ini sudah terkunci, tidak ada siapa-siapa lagi,kenapa harus begini?
tak ada sangkalan dari mulutmu, semua amarah ku tumpah disitu. kau diam, kau tidak menyangkal, kau biarkan aku pergi.
apakah hati itu masih padaku?
harapan tinggal harapan, aku sudah siap. kau tau resiko nya seperti apa, dan inilah kenyataan nya. aku sudah menduga ini akan terjadi, aku hanya tidak menyangka akan secepat ini. pedih rasanya, kalau pergi karena ini. apakah hati itu masih padaku?
kini aku mengerti kenapa orang tua ku pun sampai berpisah, aku tidak akan menyalahkan mereka, tapi kini aku jua yg merasakan nya. aku hanya ingin anakku, hanya itu.
Nak, maafkan ayahmu kalau akhirnya harus begini. mungkin kamu tidak akan mengerti. tapi ayah mohon, maafkan ayah.
harapanku dan penyemangat ku kali ini cuma kamu nak.tapi sebelumnya aku tetap ingin bertanya, apakah hati itu masih punyaku?