Rabu, 01 Oktober 2014

aku

aku adalah setetes embun
aku ada di pinggiran sungai
huaaa .. beruntung nya aku
aku berhasil sampai ke sungai
berkumpul bersama air yang lainnya.

senang sekali saat itu, aku menari mengitari bebatuan terjal
namun lama kelamaan aku merasa jenuh,
aku terus saja mengikuti arus hingga tak kuasa menahan diri.
aku baru sadar kala itu, aku sudah tak menjadi diriku sendiri.

Lalu aku memutuskan untuk tak mengikuti arus sungai lagi
aku berdiam diri di belakang batu, aku murung.
aku tak bergairah, hanya berdiam diri saja disana.
namun semua berubah ketika kamu ada.

kamu berhasil mengembalikan senyum yang dulu ada padaku
entah itu dengan apa yang kamu ucapkan, atau apa yang kamu lakukan.
aku mulai senang, kepadamu,
aku tak tau akan sampai kapan kita bisa bersama?
aku pun sadar suatu saat pasti akan ada air bah yang akan memisahkan kita

tapi sebelum itu terjadi aku ingin kamu tau sesuatu
sesuatu yang aku simpan dan tak aku bicarakan pada orang lain
sesuatu yang ingin kamu untuk mendengar nya. sebenar nya ada banyak sekali.

tapi semakin kesini, kamu menunjukkan sikap bosan mu.
aku jadi bimbang, dan mungkin sepertinya apa yang ingin aku ucapkan lebih baik kupendam saja.
cukuplah aku bahagia bisa bersamamu. walau tak bisa memilikimu
begitulah kita, tetap pada kodrat nya.
hingga akhirnya arus sungai memisahkan kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar